Senin, 12 April 2010

Pemetaan Materi IPS

Satu tema yang berkembang sekarang ini diantara guru IPS di Banyumas adalah masalah pemetaan materi IPS. Permasalahan tersebut memang telah dibahas dalam rapat pleno MGMP IPS seluruh Komda dan Pengurus ditingkat Kabupaten sehingga menghasilkan pola pemetaan materi IPS yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan penyusunan buku LKS yang mengacu pada pemetaan tersebut. Pertimbangan substansial yang mendasari pentingnya pemetan tersebut adalah rasionalisme jumlah materi yang harus disampaikan untuk semester satu dan semester dua dan keruntutan proses belajar siswa untuk setiap kompetensi dasar.


Ada pandangan stereotip beberapa yang mengatakan bahwa adanya pemetaan adalah sebuah kemunduran. Betulkah itu? Ini didasarkan pada asumsi bahwa pemetaan yang dilakukan oleh rekan guru IPA mungkin yang memisahkan Fisika dan Biologi. Dalam IPS kita menyadari bahwa materi pembelajaran memang udah tidak terkotak-kotak lagi dalam Sejarah, Ekonomi, Geografi, atau Sosiologi, sehingga fungsi pemetaan yang dilakukan inipun sama sekali tidak berkait dengan pengkategorian materi, sebab kita tahu, kedepan, IPS terpadu akan segera bergulir. Sekali lagi ini didasarkan pertimbangan panjang pendeknya materi yang harus disampaikan di semester 1 dan 2. Sebagaimana diketahui, semester satu dengan waktu yang cukup panjang, justru menyediakan materi yang tidak terlalu banyak, sementara semester dua yang jumlah pertemuannya sedikit (mengingat banyaknya kegitan menjelang dan pasca UN) justru dihadapkan pada materi pembelajaran yang berjibun.

Disisi lain, banyak KD dalam IPS yang memiliki kemiripan, sehingga untuk menghindari adanya tumpang tindih materi (materi yang sama disampaikan dua kali), perlu disikapi dengan pembatasan materi untuk KD yang hampir sama, misalnya KD tentang bentuk interaksi sosial dan KD tentang bentuk-bentuk hubungan sosial. Untuk itu pelu penataan agar materi yang saling berkait di kelas yang sama, ditata ulang agar pola pikir siswapun bisa runtut dalam mendapatkan ilmu. Kalau bisa dipermudah bagi siswa kita berupa penyederhanaan materi IPS, mengapa mesti dipersulit.

Dari uraian tersebut, kembali pada pertanyaan awal, "Sebuah Kemunduran?", silahkan Bapak-Ibu sendiri yang berhak menjawabnya.

Berikut link untuk mendownload beberapa file terbaru :






Minggu, 21 Maret 2010

Lomba Mata Pelajaran IPS

Tanggal 18 Maret 2010, MGMP IPS SMP/MTs Kabupaten Banyumas telah menyelenggarakan Lomba Mata Pelajaran IPS Tingkat SMP Kabupaten Banyumas di SMP Negeri 1 Baturaden. Lomba tersebut diikuti oleh 53 siswa, perwakilan dari 8 komda di seluruh Kabupaten Banyumas.

Soal disusun oleh delapan guru yang menyebar di seluruh Kabupaten Banyumas. Soal penyisihan disusun oleh oleh 4 guru berbeda yang mewakili 4 kelompok materi. Untuk mencegah kebocoran soal, penyusunan saoal tersebut dilakukan secara terpisah, tanpa proses editing, dan langsung dikopi oleh penyusun sendiri, dikemas, dan disegel, dimana baru dibuka pada saat pelaksanaan lomba. Sementara itu, soal cepat-tepat juga disusun oleh 4 orang berbeda yang baru disatukan malam hari sebelum pelaksanaan lomba.

Pelaksanaan lomba dibagi dalam dua babak yaitu babak penyisihan dan babak cepat tepat. Babak penyisihan, siswa mengerjakan 100 soal pilihan ganda, dan terpilih 6 siswa terbaik untuk maju babak cepat tepat, yaitu :
  1. Riyanto dari SMPN 2 Karanglewas, nilai 83.
  2. Rizka Afia Sukmawati dari SMPN 8 Purwokerto, nilai 83
  3. Khosa Maulana Fahmi dari SMPN 1 Cilongok, nilai 83.
  4. Nurhayati dari SMPN 2 Cilongok, nilai 78.
  5. Luqman Ramadhan dari SMP Al Irsyad, nilai 78.
  6. Shafira Hanindita dari SMPN 1 Tambak, nilai 76

Keenam siswa tersebut kemudian maju ke babak final, Cepat Tepat. Setiap siswa secara swalayan memilih lintingan soal kelompok geografi, ekonomi, sejarah, dan sosiologi berjumlah 7 soal untuk babak pertanyaan wajib dan babak lemparan. Sementara itu untuk babak tulis cepat dilakukan dengan menuliskan jawaban pada 10 lembar jawab yang tersedia. Siswa menjawab pertanyaan selama 10 detik untuk setiap pertanyaan dan setelah itu lembar jawab ditarik.

Dari hasil cepat tepat, diperoleh juara-juara IPS tingkat kabupaten dengan urutan sbagai berikut :

  1. Riyanto dari SMPN 2 Karanglewas dengan nilai 2150
  2. Nurhayati dari SMPN 2 Cilongok dengan nilai 1600
  3. Khosa Maulana Fahmi dari SMP Negeri 1 Cilongok dengan nilai 1400
  4. Luqman Ramadhan dari SMP Al Irsyad dengan nilai 1250
  5. Rizka Afia Sukmawati dari SMPN 8 Purwokerto dengan nilai 1100 plus
  6. Shafira Hanindita dari SMPN 1 Tambak dengan nilai 1100

Para juara mendapatkan piagam penghargaan. Untuk juara 1,2, dan 3 mendapat trofi kejuaraan. Khusus juara 1 mendapat piala bergilir. Selamat kepada pemenang. Bagi yang belum, mulai berjuang untuk menjadi pemenang di tahun depan.

Foto-foto

Para peserta mengikuti upacara pembukaan

Bapak Cipto Waluyo, Kabid Dikdas membuka Secara resmi

Serah terima soal dari Dinas Pendidikan kepada Panitia


Panitia

Jalannnya Babak Cepat Tepat
Para Juara yang jawara


Para Pendamping dari Wangon sampai Kedungbanteng


Bu Rosi dan Bu Niken



Bu Phiphin dan Bu Elya


Sang MC Mr. Sukiman

Kamis, 22 Januari 2009

Buku Sumber IPS

Ada 4 buku sumber baru lagi yang cukup layak untuk di download, karena isinya yang menarik bukan hanya untuk guru-guru IPS SMP namun juga untuk referensi pembelajaran Geografi di SMA. Cocok juga untuk bapak ibu yang mengajar Social Studies di Immersion Class.

Buku ini adalah sebagai berikut :









1. Alam Semesta
2. Batuan dan Mineral
3. Gunung Berapi dan Gempa Bumi
4. Cuaca dan Iklim

Buku ini penuh dengan ilustrasi menarik. Untuk mendownloadnya, silahkan klik disini.

Sabtu, 27 Desember 2008

Buku Elektronik Ilmu Pengetahuan

Britannica Learning Library. Begitulah kira-kira namanya. Yang jelas buku ini amat bagus untuk dibaca, walaupun tidak semuanya untuk IPS, tapi boleh kan baca-baca yang lain untuk sekedar menambah pengetahuan kita. Terdiri dari 17 seri, berikut isinya :

Volume 1 : Exploring Space - 66 pages
Volume 2 : Planet Earth - 66 pages
Volume 3 : Science and Nature - 66 pages
Volume 4 : Technology and Inventions - 66 pages
Volume 5 : The Arts - 66 pages
Volume 6 : Wildlife Wonders - 66 pages
Volume 7 : Legends, Myths and Folktales - 66 pages
Volume 8 : Religions Around the World - 66 pages
Volume 09 : Remarkable People in History - 66 pages
Volume 10 : Views of Europe - 66 pages
Volume 11 : Views of Asia, Australia and New Zealand - 66 pages
Volume 12 : Views of Africa - 66 pages
Volume 13 : Views of the Americas - 66 pages
Volume 14 : Food Plants - 66 pages
Volume 15 : Creatures of the Waters - 66 pages
Volume 16 : Artists Around the World - 66 pages
Volume 17 : Familiar Animals - 66 pages

Untuk mendownload ini, silahkan klik bagian berikut :


Selamat membaca.

Peta-peta

Berikut adalah link-link untuk mendownload peta-peta umum dan tematik berikut :
1. Peta Asia
2. Peta Afrika
3. Peta Amerika Utara
4. Peta Amerika Selatan
5. Peta Eropa
6. Peta Pangea-Dunia Baru
7. Peta Pergerakan tektonik
8. Peta Bentuk Dasar Laut
Selamat menggunakan!!

Jumat, 19 Desember 2008

Pengurus Baru


Selamat kepada Pengurus MGMP IPS SMP Kabupaten Banyumas yang baru terbentuk. Dalam dunia baru yang penuh tantangan, semoga dengan segenap kemampuan yang ada mampu menjadi motor demi kemajuan pembelajaran khususnya IPS SMP di Banyumas.

Berikut kepengurusan selengkapnya.
Ketua : 1. Umar, S.Pd.
2. Sukiman

Sekretaris : 1. Parsinu, S.Pd
2. Supriyanto, S.Pd

Bendahara : 1. Sri Purwaningsih
2. Welas Yuniasih, S.Pd

Seksi-seksi :
Seksi Pengembangan : 1. Arsiti, M.Pd.
2. Happiningsih Asriah, M.Pd.
3. Drs. Mudjiono
4. Ahmad Ubadi Aryono, S.Pd.

Seksi Humas : 1. Wahono, S.Pd.
2. Bambang Suryanto, S.Pd.
3. Jarot, S.Pd.

Minggu, 07 Desember 2008

Tahukah anda?

Ahad kemarin saya dan 2 teman Indonesia yang sama-sama belajar di Kagoshima, bertolak ke Fukuoka, kota terbesar di Pulau Kyushu untuk mengikuti tes semacam Toefl Bahasa Inggris, namun untuk Bahasa Jepang, Nihon Go no Ryoku Shiken. Tidak ada ambisi apapun ikut tes ini, hanya semacam mengukur kemampuan diri atas apa yang sudah dipelajari.
Sekitar 4 jam lama perjalanan dari Kagoshima. Nyaris sepanjang perjalanan, bus melaju di atas jalan layang, karena sebagaimana anda tahu, sebagian besar wilayah Jepang terdiri dari daerah berbukit-bukit, dan mereka membuat jalan layang ini dengan menembus begitu banyak bukit. Kagum, begitulah kira-kira, walaupun bukan yang pertama, melewatinya.

Sesampai di Fukuoka, kami sempatkan melihat pemandangan kota. Saat pertama menginjak kaki, rintik salju satu dua masih berjatuhan, namun tidak tidak menyurutkan langkah menikmati indahnya kota seperti di Hakata, Tenji, dan Canal City.

Akhir tahun, seperti biasa, setiap sudut kota dihiasi dengan indahnya lampu-lampu Natal. Mereka biasa merayakan Natal secara besar-besaran. Nyaris di semua sudut Jepang bisa ditemukan dengan mudah. Tapi tahukah anda bahwa mereka bukan orang Nasrani? Ya, mereka merayakan Natal hanya sebagai sebuah moment budaya (event) yang layak dirayakan semua orang. Aneh memang, seperti perasaan saya waktu pertama mengetahuinya.

Terlepas dari itu, saya ingin menunjukkan sudut kota Fukuoka di akhir tahun.

Dari sungai yang kotor ini, setelah melewati peyaring, airnya digunakan untuk mengaliri canal buatan di Canal City, dengan air muncrat yang menari seiring lagu. Indah!!!